Senin, 01 September 2008

Marhaban ya Ramadhan…(kilas puasa setahun lalu)



Ramadhan datang lagi, Alhamdulillah umur masih ada bisa bertemu lagi. Artinya sudah setahun waktu berlalu. Tahun lalu awal Ramadhan menjadi ujian yang cukup berat.


Untuk pertama kalinya dalam hidup, aku harus berpergian cukup jauh tepat dimalam Ramadhan pertama. Makan sahur dijalan. Hari hari selanjutnya selama dua minggu lebih berbuka dan sahur seadanya.

Puasa tahun lalu aku menghabiskan separuh bulan Ramadhan di Bengkulu. Sehari sebelum puasa. Tepatnya menjelang Maghrib gempa melanda Bengkulu. Terkait dengan profesiku sebagai jurnalis, aku pun ditugaskan berangkat kesana, malam itu juga, malam pertama bulan puasa. Berat tentu saja. Namun tugas tetap tugas. Kalau menolak tentulah aku dicap jelek oleh kantor. Bisa gak naik gaji, bisa gak dapat bonus, bisa bisa dipecat. Amit amit. Namun tentu saja ada hikmah dan berkah dibalik itu semua, yakinlah itu benar adanya.

Ujian yang kuterima tak seberapa dibanding warga disana. Mereka harus berpuasa, saat rumahnya roboh, saat harta benda musnah, saat kematian menjemput sanak keluarganya. Sementara aku, meski harus berpuasa jauh dari keluarga, aku masih bisa tidur ditempat nyaman.

Lebaran Idul Fitri tahun lalu, juga yang pertama dalam hidupku berlebaran ditanah orang. Bersama istri aku berlebaran dirumah saudara di Solok Sumatera Barat. Bahagia sekali tahun lalu. Menjadi kenangan yang tak terlupa. Menjadi bahan cerita kala bersua canda bergaul suka dengan sobat saudara.

Tahun ini aku yakin ada hal baru yang akan kujalani pada bulan puasa tahun ini. Namun ada yang tak berbeda, yakni bulan ini bulan penuh hikmah, penuh berkah, penuh rahmah. Marhaban ya Ramadhan… Allahu Akbar….

Tidak ada komentar: